MONOLOG (KESALAHPAHAMAN, SEKELAM BATUBARA) OLEH : CLARA MIDYEN (MASUK : LEMPAR KURSI, SAMBIL TERIAK) Diam, diam, diam, diam kalian semua, argghhh. Diaam. Sudah kubilang diam ya diam (nada marah). Jangan sok tau (suara agak rendah). Jadi,, jangan asal bicara mengenai ini. Kulihat kalian berlagak layaknya orang-orang yang peduli dengan lingkungan dan bumi atau apapun itu. Seakan-akan kalianlah yang menjadi tameng dan malaikat yang melindungi bumi ini. Apa kalian sedang bersandiwara? berpura-pura menjadi seorang aktor protagonis? HAHAHAHAHAHAAHAHA, LUCU,LUCU! (SAMBIL DUDUK DI KURSI,ANGKAT KAKI) mungkin memanglah beberapa dari kalian dengan seenaknnya jidatnya mengatakan , “Tutup tambang, tambang itu merusak” “Tidak ada gunanya dibuka pertambangan disini.” “Ayo musnahkan saja, benar-benar mengganggu” “Hei kalian semua merusak daerah kami” “Singkirkan alat alat bising itu dari hadapan kami” “Brengsek, kalian telah menodai lingkungan ini” Lihat? HAHAH...
LEGEND OF AMAT RHANGMANYANG Long time a ago in Pasie Village near Paya Senara in Krueng Raya Aceh, lived a handsome youngman, wise, dilligent dan dutiful to parents. Amat Rhangmanyang, that was of the young man who grew up in to teenage. And he just living in a bamboo hut with his very old mother and sick. Amat which was usually called is busy himself in this dailylife as laborer in the village.There is very little income, and he felt that he was not enough to fulfiil his life and his mother. Still, how hard he tried to work, he still lived in poverty. One day when he comes home from work, Amat really want to talk to his mother Mak Minah about something that he really want to make Mak Minah happy. “Mak, there is something that i want to say. Mak if i stay here, i’ll always be a poor man. But i really want to make mak happy like everyone else.”said amat Mak Minah said “but we still can find our livelihood in here nyak.” “Mak, isn’t working and trying compulsory? Then wha...