Langsung ke konten utama

MONOLOG (KESALAHPAHAMAN, SEKELAM BATUBARA)
OLEH : CLARA MIDYEN

(MASUK : LEMPAR KURSI, SAMBIL TERIAK)
Diam, diam, diam, diam kalian semua, argghhh. Diaam. Sudah kubilang diam ya diam (nada marah). Jangan sok tau (suara agak rendah).
Jadi,, jangan asal bicara mengenai ini. Kulihat kalian berlagak layaknya orang-orang yang peduli dengan lingkungan dan bumi atau apapun itu. Seakan-akan kalianlah yang menjadi tameng dan malaikat yang melindungi bumi ini.
Apa kalian sedang bersandiwara? berpura-pura menjadi seorang aktor protagonis? HAHAHAHAHAHAAHAHA, LUCU,LUCU!

(SAMBIL DUDUK DI KURSI,ANGKAT KAKI) 
mungkin memanglah beberapa dari kalian dengan seenaknnya jidatnya mengatakan ,
“Tutup tambang, tambang itu merusak”
“Tidak ada gunanya dibuka pertambangan disini.”
“Ayo musnahkan saja, benar-benar mengganggu”
“Hei kalian semua merusak daerah kami”
“Singkirkan alat alat bising itu dari hadapan kami”
“Brengsek, kalian telah menodai lingkungan ini”

Lihat? HAHAHAHAHAHAH (SAMBIL BUANG LUDAH) OMONG KOSONG.
(SAMBIL TERKEJUT)
HEI, HEI KALIAN SEMUA. DENGAR. 
Hari ini kalian kalian semua telah hadir disini. Oh tentu saja takkan ku sia siakan kesempatan ini.
Hufttt, tarik napas, buang. Oke, saat ini aku berdiri di panggung ini, dengan lampu sorot yang tentu saja menyoroti wajah peluh ini.  Aku akan membuka pikiran kalian kalian semua yang sangat mudah di provokator dan diadu domba oleh omongan yang tidak jelas tanpa bukti. Kurasa jika olimpiade dunia mengadakan perlombaan tentang cara adu domba, kurasa kita semua bisa dapat medali emas. Lumayan dapat bonus. AHAHAHAHHAHHAHAHAHA

Argh, (SAMBIL MUKUL KEPALA) Aku lupa, kembali ke topik.
Memang, memang aku tidak menyalahkan. Memang benar adanya apa yang mereka suarakan. Beberapa pertambangan seakan akan tidak bertanggung jawab, dan tidak peduli dgn keadaan sekitar. Sudah habis dikuras, lah yasudah. Toh yg penting aku kaya, harta berlimpah. Masa bodoh dengan masyarakat sekitar yang isi perutnya telah terjajal oleh racu limbah tambang. Yaah mereka juga bakal mati. Mati. Hahahahahahahah (DARI KETAWA BESAR KE KE KETAWA IRONIS SAMBIL MARAH)
Mati, mati, benar-benar mati jika meraka, tambang itu tidak di ambil!!!! (MARAH)

KAU PIKIR KAU BISA?
KAU PIKIR KAU BISA HIDUP TAMBANG?
LIHAT, LIHAT INI SEBAGAI CONTOH. KALIAN LIHAT SEMUAAA. LIHAT DAN PERHATIKAN HP KALIAN DENGAN MATA DAN KEPALA KALIAN.

Beritahu aku, ya beritahu aku bagian mana yang tidak digali oleh tambang? Hah? Jawab aku! kasih tau aku, biar kututup tambang itu.  Toh Bisa apa kalian sekarang tanpa alat ini hah? Semenit saja tidak pegang kurasa kalian sudah panik. Bahkan rela balik kerumah hanya untuk alat satu ini. Pecundang!

Hah. Mau contoh lagi? Oke. Sekarang kau bayangkan rumah mu. Lihat ada beton yang berdiri kokoh dirumah mu, dinding rumahmu. Dikandungnya terdapat semen yang membuat mu tetap terjaga dari kehujanan atau kepanasan. Tak berselimut saja kau kedinginan. Apalagi kalo tidak berbeton.
Tanpa beton, bilang padaku kalo kau tak kedinginan, kehujanan, dan kepanasan, bilang bilang bilang padakuuu. Biar kututup tambang itu.
Mana,mana,mana,manaa. Apalagi yang harus kubuktikan.

(sedih)
Lihat, lihat kami. Kalian pikir bertahun tahun sekolah tambang itu mudah? Apalagi jalan kami selalu terhalangi oleh kata kata menyakitkan yg seakan akan kami mencari uang dengan merusak dan menghancurkan tanah ini. Pemikiran kalian membuat kami merasa haram.

Jika ini ditutup, kemana seluruh pekerja kita yang hampir sebagian merupakan perkerja tambang?
Apa yang harus kami bawa pulang untuk anak istri dan orang tua kami? Apa apaa?

Kumohon, tolonglah kami. Kumohon. Kami, kami kami tidak merusak dan kami tidak ingi merusak. Tambang tidak merusak. Tapiiiii (sambil marah) TAPI MULUT DAN KETIKAN JARI KALIAN LAH YANG MERUSAAAK!! (sambil lari)

Komentar